Waspadai Bahaya Saat Berenang

WASPADAI BAHAYA SAAT BERENANG

Dr. Widodo Judarwanto Spa.

Renang adalah olahraga yang meningkatkan kulitas hidup dan kesehatan manusia. Tanpa disadari, sebaliknya aktifitas di kolam renang atau tempat rekreasi lainnya tersebut  ternyata dapat menyebabkan penyakit. Berbagai penyakit mulai dari yang ringan hingga yang berat dapat terjadi penularannya lewat air. Ternyata gejala demam, batuk, pilek atau infeksi faringokonjungtivitis yang disebabkan adenovirus penyebarannya dapat melalui kolam renang. Selain itu berbagai infeksi lain seperti infeksi mata, infeksi saluran cerna, infeksi telinga bahkan infeksi otak dapat juga ditularkan lewat air.
Bahkan dalam beberapa penelitian terungkap pengaruh klorin dalam kadar tertentu dan jangka panjang beresiko mengakibatkan gangguan berbagai organ tubuh, sebagai pemicu asma dan meningkatkan resiko kanker. Klorin adalah sejenis zat kimia untuk disinfeksi atau bahan membunuh kuman di kolam renang.
Berenang di kolam renang atau tempat rekreasi lain adalah kegiatan olah raga atau rekreasi yang banyak digemari oleh masyarakat termasuk anak-anak. Tempat rekreasi air tersebut meliputi pantai, danau, air terjun atau tempat rekreasi air lainnya. Tempat lain yang bukan merupakan tempat rekreasi adalah sungai, rawa atau air banjir.
Beberapa tahun yang lalu Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Badan pengawasan dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat pernah menutup lebih dari 1.800 kolam renang umum.  Tindakan itu dilakukan karena ditemukan bahaya infeksi yang dapat terjadi pada perenang. Pada awalnya didapatkan beberapa kasus diare selanjutnya terjadi peningkatan besar menjadi wabah di tahun 1990-an dengan kasus sebanyak 16.800 yang berhubungan dengan kolam renang dan spa. Juga dilaporkan wabah yang terjadi di negara bagian Georgia, AS, dimana banyak anak menderita sakit akibat kuman E. Coli yang berasal dari kotoran penderita saat berenang.
Dari inspeksi yang dilakukan CDC terhadap 22.131 kolam renang, ditemukan 54% kolam renang yang bermasalah, dari masalah penyaringan (filtrasi) hingga ke masalah Klorin, sebagai desinfektan yang dipakai untuk air kolam renang. CDC juga mengungkapkan terjadi peningkatan kasus yang besar atau outbreaks dari penyakit yang disebabkan rekreasi air dalam tahun 2000 didapatkan  228% lebih banyak dibandingkan 2 tahun sebelumnya.
Di Indonesia permasalahan ini belum banyak diperhatikan, karena belum ada data penelitiannya. Melihat kondisi sarana dan system pengawasan yang ada di Indonesia, mungkin saja permasalahan yang dapat ditimbulkan  lebih harus diwaspadai. 
PENYAKIT DAN AKIBAT LAINNYA
Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dari Illinois Public Health didapatkan kelompok perenang secara bermakna lebih sering mengalami infeksi mata, telinga dan infeksi kulit dibandingkan dengan bukan perenang.
Menurut CDC berbagai penyakit seperti infeksi saluran cerna, infeksi mata, infeksi pernapasan, infeksi kulit, bahkan infeksi otak dapat ditularkan melalui kolam renang. Penyakit infeksi saluran cerna dengan gejala demam, diare dan muntah sering ditularkan melalui kolam renang.  Penyakit tersebut meliputi  gastroenteritis, disentri, kolera, tifus, hepatitis A, giardiasis, cryptosporidiosis, E coli, giardia, norovirus, salmonelosis atau sigelosis.
Penyakit infeksi mata dapat ditularkan melalui kolam renang adalah moluskum kontagiosum dan konjungtivitis (adenovirus). Infeksi kulit yang bisa terjadi adalah “Hot Tub Rash” adalah infeksi kulit yang disebabkan karena Pseudomonas. Otitis eksterna atau “Swimmer’s Ear” adalah infeksi telinga yang disebabkan karena Pseudomonas aeruginosa yang juga ditularkan lewat kolam renang.
Penyakit kulit yang penularannya dapat melalui kolam renang adalah Cercarial Dermatitis. Gangguan ini sering dikenal sebagai penyakit “swimmer itch”. Gejalanya berupa kulit yang terasa panas terbakar, gatal, pada kulit tampak bintil seperti jerawat kecil kemerah-merahan kadang disertai melepuh. Penyakit ini disebabkan karena paparan dengan parasit yang terdapat pada burung dan hewan mamalia lainnya. Parasit tersebut mengkontaminasi manusia melalui perantara binatang keong yang terdapat di air tawar atau air asin seperti danau, kolam atau air laut. Parasit ini terpapar pada kulit perenang yang mengalami rash atau kulit terkelupas karena sensitif atau alergi. . Biasanya penyakit ini terjadi pada musim panas

Dalam keadaan luka terbuka pada kulit infeksi yang bisa terjadi adalah terkena kuman vibrio parahemolitikus atau vibrio vulnifikus. Selain kontak kulit terbuka infeksi kuman  V. parahaemolyticus dan V. vulnificus dapat disebabkan karena tertelan air laut yang tercemar bakteri tersebut. Gejalanya meliputi muntah, diare dan nyeri perut. Pada kuman V. parahaemolyticus  biasanya gejalanya ringan dan sembuh sendiri. Tetapi pada infeksi kuman V. vulnificus dengan kekebalan tubuh yang rendah penyakit ini dapat  menjadi keadaan yang berat dan mengancam jiwa.
Infeksi Pernapasan yang bisa ditularkan memalui kolam renang adalah faringokonjungtiva (adenovirus), legionellosis (demam pontiak dan penyakit Legionnaires) dan mikobakterium avium kompleks. Gejala infeksi saluran napas tersebut pada umumnya adalah demam, batuk atau pilek. Pada keadaan daya tahan tubuh lemah dapat berpotensi menjadi pneumonia (radang paru).

Meskipun jarang terjadi penularan penyakit lewat air ini dapat mengakibatkan infeksi otak . Infeksi susunan saraf pusat yang dapat terjadi adalah infeksi selaput otak atau meningitis aseptik yang disebabkan enterovirus dan infeksi neigleria. Gejala yang dapat terjadi adalah demam tinggi, muntah, kejang, dan kesadaran menurun.
Infeksi lainnya yang dapat terjadi adalah Hepatitis A atau penyakit infeksi virus yang terjadi pada hati atau lever. Gejala yang timbul adalah kulit dan mata tampak kuning, mual, muntah, demam dan badan lemas.  Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan karena kuman leptospira juga dapat ditularkan lewat air.
Virus pada penderita  Hepatitis B atau HIV yang ditemukan di darah atau sebagian kecil cairan tubuh penderita dapat memasuki badan atau aliran darah orang lain saat berenang. Tetapi CDC tidak mengkawatirkan keadaan ini karena virus penyebab HIV dan hepatitis C tidak akan hidup lama di cairan kolam renang yang mengandung klorin, Sebenarnya bila terdapat darah di kolam renang tidak ada alasan untuk menutup kolam renang tersebut. Tetapi kadang kala beberapa pengelola akan menutup sementara bila jumlah darah cukup banyak atau keamanan kesehatan diragukan.

MEKANISME PENYEBARAN PENYAKIT

Kuman paling sering yang tersebar melalui air di kolam renang. Kuman tersebut  dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Penyebaran ini dapat berlangsung melalui tertelan langsung atau kontak ke kulit atau tangan bilsa setelah renang kita tidak cuci tangan langsung makan maka kuman tersebut dapat mencemari kita.
Muntah saat berenang merupakan peristiwa yang sering terjadi, baik dipicu karena batuk, tersedak air atau penetab lainnya.  Kuman yang dapat tersebar melalui muntah adalah Noroviruses (Virus Norwalk-like). Kemampuan membunuh noroviruses dan Giardia dibutuhkan kadar klorin tertentu dan waktu beberapa hari.

REKOMENDASI DEPKES

Sebenarnya Departemen kesehatan Indonesia (Depkes) telah memberikan rekomendasi tentang persyaratan kolam renang yang sehat dan bersih. Syarat air kolam renang sebagaimana persyaratan air bersih diatur sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 416/MENKES/ PER/IX/1990.
Parameter yang dipakai adalah penilaian  fisika, kimiawi dan mikrobiologis. Penilaian fisika meliputi bau, benda terapung dan kejernihan.  Disyaratkan bahwa air harus bebas dari bau yang mengganggu dan harus bebas dari benda bentuk terapung. Kejernihan dinilai dari piringan yang diletakkan pada dasar kolam yang terdalam dapat dilihat jelas dari tepi kolam pada jarak lurus 7m.

Penilaian kimiawi dilihat adalah kandungan zat tertentu dengan jumlah yang ditoleransi. Zat kimia dan nilai yang diperbolehkan adalah Alumunium (0-0,2 mg/L), Kerasaan atau CaSO3 (30 – 500 mg/L), oksigen terabsorbsi(O2) (0 – 0,1 mg/L dalam waktu 4 jam pada suhu udara), pH (6,5 – 2,5) dan  sisa klor (0,2 – 0,3). Penilaian mikrobiologis adalah tidak ada koliform per 100 ml  atau jumlah kuman ditoeransi antara 0-200 jumlah koloni per 1 ml. Apabila pH tidak memenuhi syarat dapat mengakibatkan iritasi pada mata serta proses koagulasi akan terganggu atau dapat berpengaruh pada daya pembersih air.

Bila terdapat penyimpangan dari kriteria tersebut berarti terdapat kondisi tertentu yang dapat berpotensi mengganggu kesehatan Misalnya, bila air berbau menunjukkan adanya H2S dalam air berarti sedang terjadi proses pembusukan air tercemari oleh sumber kotoran. Bila didapatkan Co2 agresif CO2 Agresif akan berpotensi  mengakibatkan karatan pada pipa atau benda besi yang ada di kolam renang.

KEUNTUNGAN DAN BAHAYA KLORIN

Disinfeksi air dengan cara memasukkan zat kimia berupa klorin (chlorine). Manfaat klorin ini adalah sebagai zat kimia yang dapat membunuh virus, bakteri dan jamur.

Meskipun setelah melalui proses,penyaringan air kelihatan bersih, namun harus dicurigai masih adanya bakteri di dalam air tersebut. Kadar Klorin yang dianjurkan sebagai desinfektan untuk kolam renang mempunyai batas hingga 2,0 PPM (parts per million). Cara pemberian zat klorin menggunakan chloronator, yaitu menggunakan alat pembubuh khusus zat klorin dalam bentuk gas (C12). Pot feeding yaitu suatu alat berbentuk pot cylindris yang digunakan khusus untuk pembubuh zat klorin dalam bentuk zat cair (larutan zat klorin).

Penelitian mengejutkan dilakukan Profesor Dr. Peter Gaffne dari Microbiology at Georgia State University dalam penelitian yang berjudul  “Microbiological Evaluation of Swimming Pools in Fulton County Georgia Atlant). Sekitar 50% dari 252 kolam renang yang diteliti di Amerika Serikat yang mempunyai level 2.0 ppm ternyata masih didapatkan bakteri E. Coli and Pseudonomas.  Laporan lain menyebutkan meskipun chlor sudah dalam batas yang direkomendasikan atau 0,2 ppm, masih memerlukan waktu 4 hari untuk mematikan  kuman Cryptosporidium parvum yang merupakan salah satu penyakit infeksi berat.

Klorin yang sering digunakan sebagai zat pembasmi kuman di kolam renang dalam ruang tertutup terkait dengan penyakit asma terhadap anak-anak. Demikian hasil suatu penelitian Dr Alfred Barnard dari Universitas Katolik Leuven, Belgia. Penelitian yang dipublikasikan pula oleh jurnal kesehatan Occupational and Environmental Medicine tersebut melibatkan 226 anak-anak sekolah yang sehat sebagai obyek. Pada anak-anak yang sering berenang di kolam berklorin ditemukan keterkaitan zat tersebut dengan pemicu asma. Mirip dengan kelainan paru-paru bagi perokok. Kalau klorin bersenyawa dengan zat organik, seperti air seni atau keringat, maka akan menghasilkan senyawa sejenis nitrogen triklorin yang dapat mengakibatkan iritasi hebat. Senyawa organik tersebut dapat bereaksi menjadi gas di kolam tertutup dan membawa dampak terhadap sel-sel tubuh yang melindungi paru-paru. Di lain pihak sebenarnya berenang merupakan olahraga yang baik bagi penderita asma. Tetapi sebaiknya pada penderita asma dianjurkan berenang di tempat kolam renang dengan kadar klorin di bawah 0,5 PPM. Juga dianjurkan untuk tidak berenang di tempat tertutup.

Gangguan hati, ginjal dan susunan saraf pusat dan meningkatkan resiko kanker  akibat dari produk trihalomethanes dari penggunaan chlor. Juga dilapoprkan iritasi mata dan hidung, gangguan saluran cerna dan anemia dapat terjadi akbat pengguanan klorin jangka panjang. Washington Post pada bulan juni tahun 1994 memberitakan bahwa peningkatan absorbsi klorin ternyata merupakan deretan 10 besar daftar bahan penyebab kanker.

PENCEGAHAN DAN EDUKASI

Pencegahan penyebaran penyakit melalui kolam renang dapat diminimalkan bila dilakukan pengolahan kualitas air dengan baik. Pokok-pokok pengolahan air kolam renang adalah dengan penjernihan, pemberian zat koagulan  dan disinfektan. Menjernihkan air dengan cara membubuhkan zat koagulan seperti tawas (AL2SO4)3 . Soda ash (Na2Co3) untuk menyaring air melalui saringan (filtrasi) dan membasmi lumut. Pemberian zat koagulan pada air kolam renang bertujuan untuk mengikat kotoran (zat organik) yang ada dalam air kolam menjadi keping yang lebih besar agar dapat lebih mudah diambil atau disaring.

Kegiatan pengawasan kualitas air kolam renang mencakup pengamatan lapangan dan pengambilan contoh air termasuk air pada proses produksi dan distribusi. Setelah dilakukan pemeriksaan contoh air dilakukan analisis hasil pemeriksaan. Perumusan Saran dan cara pemecahan masalah yang timbul dari hasil pemeriksaan.
Kegiatan tindak lanjut yang penting adalah  upaya penyuluhan kepada pemakai. Jangan masuk kolam renang bila sedang mengalami  diare, Pengguna kolam renang akan terpapar kuman di dalam air.  Jangan menelan air, harus diketahui chlor tidak bisa membunuh semua kuman. Hindari makan permen karet atau makan selama berenang atau bermain air. Cuci tangan dan anus dengan sabun setelah buang air besar atu mengganti diapers (popok). Kuman di tangan dapat menyebar kemana-mana termasuk di air. Beritahu petugas keamanan kolam renang bila terlihat material feses di air atau bila melihat orang lain mengganti diapers (popok) di kursi atau di meja.
Yang harus diketahui orang tua saat membawa anaknya adalah segera mengangkat anaknya segera bila hendak buang air kecil, buang air besar dan ganti diapers. Jangan berharap melindungi kencing dan feses dari diapers, karena alat tersebut tidak dapat tembus air. Bila buang air besar sebelum berenang cuci dengan bersih dengan sabun pada daerah bawah anak.  Jagalah mata anak anda setiap waktu. Lindungi anak terhadap sunburn dengan menggunakan pelindung cahaya matahari  berupa SPF 15 untuk melindungi UVA dan UVB. Meskipun sunburn atau luka baker matahari hanya berakibat ringan tetapi dapat mengakibatkan resiko kanker kulit lebih besar.

American Chemistry Council mengeluarkan tips:

- Hindari menelan air kolam renang – Basahi tubuh dengan air di kamar mandi sebelum masuk ke kolam.
– Jangan biarkan anak berlama-lama berendam di air kolam. Saat jeda, siram tubuh anak dengan air.
– Cuci tangan setelah menggunakan toilet.
– Kolam renang yang bersih memiliki lantai keramik yang lembut, bukan licin atau berlumut.
– Pastikan dasar kolam renang terlihat.

supported by

SWIMMING & SPA BABY AND MEDICINE MASSAGE THERAPY Supervision by Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine – Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation Inspirasi Orangtua Cerdas, Tumbuhkan Anak Semakin Sehat, Kuat dan Pintar

WORKING TOGETHER SUPPORT TO THE HEALTH OF ALL BY CLINICAL, RESEARCH AND EDUCATIONS. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and adult
“GRoW UP CLINIC JAKARTA” For Children, Teen and Adult Focus and Interest on:

Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC”

  • Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967
  • Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician
  • Fisioterapis dan terapi okupasi lainnya

Clinical – Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2012, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s